Selasa, 22 Mei 2012

Menata Tangga Agar Lebih Cantik

Area sirkulasi di rumah seringkali tak tertata. Bukan karena susah untuk ditata, tapi karena area sirkulasi terdesain seadanya, tanpa detail yang menggugah.

Peran detail dalam desain ternyata penting. Tak hanya untuk mempercantik aksentuasi rumah, tapi juga untuk menghidupkan karakter dari sebuah elemen rumah, seperti tangga contohnya. Tangga seringkali tak terolah. Hanya area undakan, dan konstruksi pegangan yang lebih berfungsi secara rutin sebagai area sirkulasi orang.

Coba mainkan karakternya. Lihat tangga ini, tangga memiliki finishing kayu di area pijakan, dan besi stainless di area  pegangannya. Selain bermain detail finishing kayu, pencahayaan di area tangga pun diolah maksimal dengan banyak celah-celah dinding yang meneruskan cahaya.

Kamar Utama dengan Kusen yang Bisa jadi Storage

Salah satu tempat yang paling sering ditata adalah kamar tidur. Tak heran barang-barang dan aksesori pendukung kamar tidur jadi banyak, dan butuh ruang penyimpanan. Solusinya, gunakan ”kusen” built-in.

Banyak cara untuk membuat tempat penyimpanan yang fungsional. Barang seperti sprei, selimut, bedcover, dan sarung bantal seringkali menghabiskan ruang di penyimpanan pakaian kita. Tak heran, karena ukurannya yang besar membutuhkan volume ruang penyimpanan yang besar juga.

Mudah dan Murah Ubah Suasana


Tak perlu keluarkan banyak biaya untuk mengubah suasana ruang. Manfaatkan saja apa yang ada di rumah.
Salah besar jika Anda berpikir bahwa mengubah suasana ruang selalu menghabiskan banyak biaya. Jangan buru-buru mengganti furnitur lama dengan yang baru. Atau membeli aksesori ruang berharga mahal. Apa yang ada di rumah bisa dimanfaatkan.
Mengubah suasana ruang, tidak perlu mengubah seluruh ruangan termasuk perabotannya. Bahkan tak perlu mengganti cat dinding. Benda-benda kecil yang mungkin tampak sepele, justru bisa memberi pengaruh besar.

Menonton Film lebih Fokus dengan Panel “L”

Ruang keluarga adalah tempat yang tepat untuk menikmati kehangatan bersama keluarga. Apalagi saat menonton. Dapatkan kualitas suara maksimal dengan menambahkan panel tambahan di dinding dan plafon.

Kualitas suara di ruang keluarga penting untuk membuat suasana ruang keluarga lebih nyaman, apalagi jika ruang keluarga berfungsi sebagai ruang menonton televisi. Ruang keluarga ini memanfaatkan plafon menerus sebagai aksen percantikan sekaligus mengurangi pantulan suara dari dinding.

Plafon berbahan multipleks dengan finishing melamik. Bahan multipleks jauh lebih bisa meredam suara dibanding tembok bata yang lebih padat. Pantulan suara seringkali menggangu kenikmatan menonton televisi, dan melapisi dinding bata dengan lapisan yang lebih bisa menyerap suara.

Permainan plafon menerus ini juga menguatkan orientasi ruang. Ruang yang kuat orientasinya biasanya lebih  bisa menggiring fokus kita dalam beraktivitas. Solusi plafon menerus ini memang cocok untuk menambah kenyamanan di ruang keluarga

Inspirasi Sederhana untuk Ruang Tamu Mungil

Ruang tamu yang menyatu dengan ruang makan jadi ajang yang tepat untuk memainkan warna. Selain menambah nilai ruang, permainan warna dapat menjadi pembatas maya dan membedakan ruang tamu dengan ruang lainnya.

Pada gambar di atas, karena berbatasan langsung dengan ruang makan, ruang tamu mesti dibuat berbeda dengan ruang makan yang dominan warna coklat kayu. Untuk itu, sang desainer membalut ruang tamu dengan warna-warna cerah, yakni kuning dan biru.

Bikin Ruang Keluarga Tampil Baru, Gratis!

Warna cokelat untuk ruang keluarga lama-lama bisa terasa monoton dan membosankan. Mari ubah tata dekorasinya. Gratis kok!

Mungkin sebagian dari Anda sedang mengalami kondisi demikian. Aplikasi warna serba cokelat, seperti yang bisa dilihat di foto, memang jitu menciptakan kesan hangat dan natural. Tapi, kalau semua warna senada, tentunya akan lebih cepat membuat bosan. Lama kelamaan ruangan terasa monoton.

Tips Rumah Adem Tak Boros Listrik


Dalam merencanakan rumah tnggal kita punya kecenderungan hanya berfokus kepada tampilan fisiknya saja, yang hanya Nampak cantik, menarik, indah serta secara estetik baik. Namun keika ditempati, rumah tersebtu tidak nyaan karena terlalu panas, tanpa menggunakan pendingin udara (AC) rumah tersebut ridak layak untuk dihuni. Penghuni berkeringat seiap waktu dan sulit melakukan aktivitas sehari-hari. Bahka tidak jarang kita menggunakan AC dengan kapasitas yang besar, konsekuaensinya biaya istrik melonjak tin atau dengan kata ain tidak hemat energi.